Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Selasa Kliwon, 6 Nov 2018 09:14 WIB | dibaca (57) | Komentar

Islam Rahmatan Lil 'Alamin Diaplikasikan dalam Kehidupan KH. Hendri Sutopo

Foto Berita 3874Kajian Agama Islam pada pengajian rutin PNS, karyawan dan anggota TNI/Polri /BUMN/BUMD se-Kabupaten Bantul disampaikan oleh Ustadz KH. Drs. Hendri Sutopo dari Pondok "Al Munawir" Krapyak Kecamatan Sewon, bertempat di Masjid Agung Bantul, Selasa (6/11). Diskominfo - Pada pengajian rutin PNS, karyawan dan anggota TNI/Polri /BUMN/BUMD se-Kabupaten Bantul kali ini disampaikan oleh Ustadz KH. Drs. Hendri Sutopo dari Pondok "Al Munawir" Krapyak Kecamatan Sewon, bertempat di Masjid Agung Bantul, Selasa (6/11).

Ustadz menyampaikan bahwa pada akhir zaman Al Qur'an hanya tulisannya saja. Hal ini bukan berarti hanya tulisan dalam arti sesungguhnya, terang ustadz. Namun Al Quran yang berisikan pedoman manusia untuk hidup bahagia secara lahir dan batin dari alam dunia hingga alam akhirat itu sudah hilang fungsinya yaitu orang islam sendiri tidak mengamalkan atau mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal Islam dengan Kitab Al Qur'an yang diturunkan di dunia ini merupakan rahmatan lil 'alamin.

Pada ahir zaman sudah tidak ada manusia lagi yang peduli terhadap aturan agama, aturan kehidupan menjadi rusak, terjadi hukum rimba, yang pada puncaknya akan hadir makhluk paling jahat bernama dajjal.

Dalam pengajian tersebut ustadz melanjutkan pembahasan Islam rahmatan lil 'alamiin yang diaplikasikan dalam kehidupannya sebagai seorang santri selama menimba ilmu agama di pondok pesantren dan dalam kehidupan sehari-harinya baik di dalam keluarga, masyarakat dan sebagai ustadz yang banyak diundang untuk ceramah agama di semua kalangan. Bahkan ada seorang tokoh agama non islam yang menjadi tokoh masyarakatpun merekomendasikan KH. Hendri Sutopo untuk ceramah agama di kampung tersebut karena ajarannya yang sangat humanis.

Kisah kehidupan Pak Hendri dituangkan dalam sebuah buku berjudul 'Catatan Seorang Santri' yang berisi cerita-cerita ringan sebanyak 125 buah. Bahkan saat bedah buku didepan 40 profesor dan doktor tidak ada yang merevisinya. Buku yang dicetak dan diterbitkan pertama tahun 2018 tersebut sudah banyak yang memesan dari berbagai kalangan.

Salah satu contoh cerita didalamnya seperti kisahnya pada suatu hari, anak tetangga Pak Hendri Sutopo yang non muslim tercebur di comberan sedalam dua meter ditolongnya, karena dia yang pertama melihat anak tersebut tercebur ke dalam comberan. Saat itu secara spontan Pak Hendri masuk kubangan comberan mengangkat anak untuk diselamatkan. Saat sore harinya kedua orang tua si anak berkunjung kerumahnya menyampaikan terima kasih, namun dirinya menyampaikan bahwa anak tetangga tersebut juga anaknya, jadi kita wajib saling menolong.

Bahkan pernah suatu malam sepulang dari ceramah di suatu pengajian, dijalan bertemu sepasang suami istri yang sudah cukup tua, rante motornya putus, madahal sudah larut malam dan tidak ada bengkel yang buka, oleh pak Hendri ditolong dan diantar sampai ke rumahnya. Ternyata saat turun dari mobil pak Hendri disambut dua wanita berdandan menor yang ternyata PSK, cerita pak Hendri orang yang ditolong tadi adalah pasangan germo. Maka saat itu oleh supirnya di sarankan untuk menolong orang baik-baik saja. Tetapi dijawab oleh Pak Hendri bahwa dia menolong sesama manusia yang butuh bantuannya, perkara pahala itu yang mengatur Alloh SWT.

Saat ini ajaran yang rahmatan lil 'alamin tersebut yang banyak dibutuhkan ummat, apalagi mengahadapi pemilu tahun 2019 ini masyarakat kita rawan akan perpecahan.

"Untuk itu mari kita sebarkan ajaran agama Islam yang rahmatan lil 'alamiin ini baik di dalam keluarga, masyarakat maupun di lingkungan pekerjaan," pungkas KH. Hendri Sutopo. (Sit)