Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Jumat Pahing, 8 Mei 2015 07:04 WIB | dibaca (1022) | Komentar

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Dukung Mangunan Jadi Wisata Hutan

Foto Berita 2351Sultan sedang mengamati salah satu hutan pinus di pandu ketua Pokgiyat Pengambangan wisata tidak lepas dari dukungan warga dalam mempersiapkan lingkungan. Penataan dimaksudkan supaya tingkat kunjungan wisatawan di kawasan Mangunan semakin tinggi. Sementara untuk memuluskan jalan warga Mangunan melakukan pengembangan menjadi kawasan wisata, Sultan siap mencarikan dana, hal tersebut dikatakan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, Kamis (7/5) di Hutan Pinus Manungan Dlingo Bantul.

"Misalnya warga punya rumah besar kan bisa di buat kamar baru atau sisa tanah dibangun rumah kecil, dengan dilengkapi fasilitas kamar mandi dan lainnya. Bila memerlukan biaya bisa pinjam dari koperasi atau dana bantuan dari Gubernur. Tidak perlu yang mewah cukup sederhana semacam ‘guest house’ untuk disewakan pada wisatawan. Kalau serius cepat saja buat laporannya supaya dana segera cair. Kalau kelamaan nanti terburu dana masuk ke kabupaten lain yang melaksanakan," ujarnya.

Sultan siap memberikan dukungannya bila masyarakat menghendaki dan serius menggarap kawasan agar lebih ramai dan banyak wisata dating untuk menikmati hutan pinus. Hanya tegasnya seluruh warga mendukung sehingga tidak terjadi gejolak.

"Masyarakat harus mendukung semua, jangan hanya sebagian. Seluruh elemen dilibatkan seperti Pokdarwis, DPU, Disbudpar, Dishub dan sebagainya. Dibicarakan dulu akan dibangun seperti apa pengembangan wisatanya, termasuk soal penataan lahan parkirnya. Jangan sampai seperti Gunungkidul, tempat wisatanya sudah siap namun jalan kecil, tempat parkir terbatas," tambah Sultan lagi.

Wakil Bupati (Wabup) Bantul, Drs Soemarno Prs menuturkan penurunan fungsi dan daya dukung ekologis dari keberadaan hutan akan menyebabkan kerawanan bencana seperti banjir, longsor, erosi, kekeringan, kepunahan satwa serta kebakaran hutan yang kian menngkat. Soemarno menuturkan potensi hutan lindung di Bantul meliputi kawasan hutan lindung seluas 1.041,2 hektare di Kecamatan Dlingo dengan SK Menteri Kehutanan Nomor 171 Tahun 2000, Kawasan Cagar Alam seluas 11,4 hektare di Kecamatan Imogiri, kawasan hutan rakyat seluas 8.570 hektare yang tersebar di 14 kecamatan dengan dominasi tanaman berjenis jati, mahoni, sono keling dan akasia, serta hutan pantai dan hutan mangrove di kecamatan Kretek,Sanden dan Srandakan di sepanjang garis pantai selatan dan muara Sungai Opak.

Adapun rehabilitasi hutan dan lahan yang telah dilakukan Pemkab bersama warga Bantul di antaranya pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR), penciptaan hutan pantai dan hutan mangrove, penanganan lahan kritis menjadi lahan produktif. (mw)