Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Rabu Pahing, 6 Okt 2010 09:20 WIB | dibaca (909) | Komentar

Peran BKKPPKB dalam Mensejahterakan Keluarga di Kabupaten Bantul Cukup Besar

Dari era orde baru banyak didengungkan slogan Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya yang meliputi pembangunan SDM lewat berbagai aspek. Aspek-aspek itu merupakan hasil perencanaan pembangunan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah demi mewujudkan taraf hidup masyarakat yang sejahtera secara materiil maupun inmateriil atau disebut sejahtera lahir dan batin.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut maka pemerintah menyediakan tenaga profesional maupun dana yang tidak sedikit melalui lembaga-lembaga yang langsung bersentuhan dengan masyarakat yang menjadi sasaran.

Hal diatas disampaikan oleh Kasubid. Pembangunan Ketahanan Keluarga BKKPPKB Kabupaten Bantul Drs. Lukas Sumanasa. M Kes. dalam pertemuan kelompok kerja (Pokja) Bina Keluarga Sejahtera di Aula BKKPPKB Kab. Bantul, Salasa (5/10).

"Untuk itu kami mengundang anggota Pokja Bina Keluarga Sejahtera ini untuk membahas target kinerja dari berbagai pembinaan diantaranya bina keluarga balita (BKB), bina keluarga remaja (BKR), bina keluarga lansia (BKL) dan bina lingkungan keluarga (BLK). Dari berbagai macam pembinaan ini bertujuan untuk menciptakan keluarga sejahtera. Maka peran pembinaan keluarga yang salah satunya dilaksanakan oleh pokja yang dikoordinir BKKPPKB ini cukup besar dalam ikut mensejahterakan kehidupan warga Bantul" terang Lukas.

Tugas dari pokja yang anggotanya berasal dari unsur instansi terkait ini, kata Lukas lagi, sesuai amanah Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga pada Pasal 1 poin 8 berbunyi Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal, melahirkan, mengatur kehamilan melalui promosi, perlindungan dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.

"Dari bermacam pembinaan tersebut ketugasan bidang BKB sasarannya adalah keluarga yang mempunyai balita, BKR adalah keluarga yang mempunyai anak remaja, BKL adalah keluarga yang mempunyai lansia serta BLK adalah untuk semua keluarga yang ada terhadap interaksinya dan pemanfaatan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kesemuanya bertujuan untuk meraih suatu kondisi keluarga yang sejahtera secara lahir dan batin." tambah Lukas.

Pada dasarnya berbagai kelompok pembinaan tersebut adalah ada dan dipunyai masyarakat serta mempunyai kader-kadernya secara terpadu. Saat ini kader dusun dan kader desa yang menangani langsung kelompok manyarakat se Kabupaten Bantul sekitar 2.823 orang , terbanyak aada di kecamatan Imogiri, dari delapan desa terdapat 368 kader, Dlingo terdiri dari enam desa terdapat 308 kader, Banguntapan terdapat 228 kader dari delapan desa sedangkan Pandak baru ada 76 kader dari empat desa.

Dalam pelaksanaannya para kader tersebut didampingi oleh petugas dari BKKPPKB yaitu para Penyuluh Lapangan KB (PLKB) dan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. Namun sampai saat ini jumlah PLKB di Kabupaten Bantul masih kurang, karena baru ada 64 orang, padahal idealnya setiap desa terdapat satu petugas PLKB, sehingga sampai saat ini pula masih ada beberapa petugas yang merangkap lebih dari satu desa.

Sementara target kinerja pembinaan per September 2010 dantaranya pembentukan dan pembinaan BKB dari sebanyak 300 kelompok BKB se Kabupaten, telah tercapai 275 kelompok, dari 75 kelompok BKR tercapai 75 kelompok, dari 75 BKL tercapai 81 kelompok, dari 17 kelompok BLK telah tercapai 17 kelompok BLK dan dari 933 Pos Daya telah tercapai semua. (Sit)

  • Ajisokodikirim Rabu Pahing, 6 Okt 2010 11:29 WIB

    kokehan program......embuh arep digowo nandi...........bloko wae wis podo sejahtera durung?

  • SUMIYATI,SEdikirim Rabu Pahing, 6 Okt 2010 12:29 WIB

    Saya sangat setuju sekali dengan progran tersebut diatas.... BKB, BKL, BLK, BKR yang paling... saya sangat bersyukur ada BKR dan BLK itu.... karena sangat mendukung dan penyemangat remaja.. agar tidak ganggur.... kami.... tunggu progran BKR........ DAN YANG LAIN.... MAJU... BANTUL......

  • SUMIYATI,SEdikirim Rabu Pahing, 6 Okt 2010 12:37 WIB

    uNTUK MAS AJISOKO... JANGAN BURUK SANGKA DULU... Sebagai warga yang baik maka mari kita dukung program2 pemerintah... Jangan hanya mengkritik tapi mari kita saling menbuka tangan.... saling bersinergi... memang masyarakat belum semuanya sejahtera maka dari itu pemerintah khususnya BKK mengusulkan program itu agar terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya keluarga miskin... Maaf.... mas Ajisoko.... bukan berarti ap2... tapi mari kita dukung program2... pemerintah... dan kita boleh mengawasi dan mengkritik tapi kita jangan buruk sangka dulu... ok..

  • SUROTOdikirim Rabu Pahing, 6 Okt 2010 12:39 WIB

    Setuju....... banget...... tapi tentang komentar SUMIYATI,SE

  • Ajisokodikirim Kamis Pon, 7 Okt 2010 11:56 WIB

    yang merasa menikmati program, monggo mawon. Jangan terlalu njagake/ketergantungan. mengko dadi makluk yang bergelantungan.

  • sugengdikirim Jumat Wage, 8 Okt 2010 14:59 WIB

    do rasah padudon, wis negara ne kakean bencana malah padu. neng internet meneh. kabeh mawas diri mawon.

  • edy nugrohodikirim Jumat Wage, 8 Okt 2010 22:55 WIB

    njenengan tak kancani mas ajisoko, wong itu tadi baru usulan bkk (kata mbak sumiyati), usulan ki nek di tompo, meskipun diterima nek ra di jalankan dgn baik yo ra ono hasile, gek padahal selama ini ????????????????????. bukannya buruk sangka......... semua itu berdasarkan kenyataaaaaaaaaaaaan yg ada di lapangan.

Kirim Komentar Berita
kode rahasia