Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Senin Pahing, 2 Agt 2010 10:16 WIB | dibaca (516) | Komentar

Bupati Bantul Jadi Inspektur Upacara Lustrum ke 11 SMP I Bantul

Sekolah Menengah Negeri I Bantul dalam lustrum yang ke 11 tepat Hari Ulang Tahun (HUT) nya ke 55 tahun 2010 ditandai dengan upacara dengan inspektur Bupati Bantul Hj. Sri Suryo Widati Idham Samawi, Senin (2/8). Dalam acara tersebut juga diadakan pemotongan tumpeng sebagai syukur pada Tuhan YME dan pelepasan balon.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah lomba Juara III Nasional lomba desain batik atas nama Intan Nur A dan Juara I Nasional lomba Tenis Lapangan atas nama Dimas Rifai dari para juara kepada Bupati Bantul.

Setelah upacara selesai dilanjutkan peninjauan fasilitas sekolah dan pembinaan serta dialog terhadap karyawan dan guru. Bupati berharap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) harus terus ditingkatkan apapun yang terjadi. Bantul sudah bertekad investasi dalam pendidikan lebih penting karena bekal untuk masa depan sehingga disamping guru yang harus menambah ilmu, anak yang putus sekolah karena biaya harus dibantu.

Dalam dialog tersebut muncul laporan bahwa syarat Sekolah Berstandar Internasional (SBI) harus ada 20 % guru yang sudah S2. Di SMP N I Bantul saat ini baru ada 4 guru S2 dari 80 guru yang ada dan 3 yang baru menyelasaikan S2. Sementara untuk perpustakaan juara I baik tingkat kabupaten maupun propinsi dan saat ini mewakili propinsi lomba tingkat nasional.

Program kerja 100 hari Bupati Bantul akan diisi dengan mengadakan inspeksi dan peninjauan ke sekolah dari Sekolah Dasar (SD) sampai SMA/K, TK dan PAUD, juga dinas /instansi/ kantor di wilayah Bantul tiap hari Senin untuk mengetahui secara persis kondisi yang sebenarnya dan selanjutnya akan dievaluasi untuk mengambil langkah yang lebih baik. (mw)

  • s wahyudidikirim Senin Pahing, 2 Agt 2010 11:15 WIB

    sbage salah satu alumnus (1970) saya ucapken: "Dirgahayu SMP 1 Bantul dengen lustrum ke 11 yang sukses"; sdikit ganjelan dengen status Sekolah Bertarip Internasional eh mangsudnya Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) scara nasional "berkonotasi" mrendahken pendidikan di negri ini mengenget sudah mardika 65 tahun plus berpenduduk 240jutaan kok baru punya skolah SBI kuran dari 0,001% penduduk usia skolah; padahal kita punya budaya, "local wisdom" & palsapah Pancasila yang diakui dunia diatas rerata internasional; apalagi dengen menunjukken "lemahnya" konstitusi dengen menarik beaya tinggi untuk skolah SBI; seandenya namanya "SMP 1 Bantul Skolah Berbasis Jejaring TI..." lha ini baru betul skolah bertarap & bertarip Internasional dan itu sah kerna harga nominal TI memang mahal, tanpa merendahken drajat pendidikan & "plangggaran" konsitusi kita di mata dunia, mekaten lepat nyuwun pangapunten.

  • aji sudarsonodikirim Rabu Wage, 4 Agt 2010 01:48 WIB

    "Selamat berulang-tahun yang ke 55 smpn 1 bantul !"Semoga semakin bertambah dewasa,baik dalam berpikir maupun dalam bertindak.Seperti kemarin pada saat penerimaan peserta didik baru ,mengapa nilai hasil ujiannya kok tidak ikut diumumkan sekalian sama seperti pada saat try out? Pada saat pengumuman hasil try out ada nilai sekaligus urut ranking .Hal ini bisa menimbulkan penilaian yang bermacam macam dan bisa pula menurunkan kredibilitas sekolahan yang sudah kesohor tsb. Mudah mudahan ditahun mendatang bisa diperbaiki.Amin.

Kirim Komentar Berita
kode rahasia