Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Senin Kliwon, 28 Jan 2008 10:23 WIB | dibaca (917) | Komentar

Forkom Kades Pontianak dan Kuburaya Adakan Studi Banding di Bantul

ASEK I Pemkab Bantul H Sukardiyono SH, Sabtu ( 26/1 ) di Balai Desa Sumberagung Kecamatan Jetis, melepas keberangkatan Forum Komunikasi Kepala Desa ( Forkom Kades ) Kabupaten Pontianak dan Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat, untuk kembali kedaerah asalnya setelah sehari sebelumnya berkunjung ke Mangunan Dlingo kemudian hari kedua ( Sabtu, 26/1 ) ke Desa Sumberagung Kecamatan Jetis.

Kunjungan studi banding tersebut secara keseluruhan diikuti 47 orang. Hadir juga pada acara pelepasan di Balai desa Sumberagung Jetis tersebut, Kabag Pamdes Drs Misbachul Munir, serta dari unsur dinas/instansi terkait.

Menurut Asek I Pemkab Pontianak Drs Agus Suparwanto selaku pimpinan rombongan, mereka tersebut selain para Kades juga didampingi camat, TP PKK, LPM ( Lembaga Pengabdian Masyarakat ) serta Kabag Pemdes Kabupaten Pontianak, M Wahab. Sedangkan materi kunjungan studi banding ke Sumberagung Jetis tersebut, untuk melihat dari dekat struktur organisasi pemerintahan desa.

Asek I Pemkab Bantul H Sukardiyono SH , dalam sambutan pelepasannya antara lain menandaskan bahwa kunjungan tamu dari Kalbar ke Bantul tersebut sangat berarti bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Bantul, karena akan terjadi kontak saling mengisi dan tukar menukar pengalaman.

Menurut H Sukardiyono SH, Kabupaten Bantul terbagi menjadi 17 kecamatan dan 75 desa tersebut berpenduduk 823 ribu jiwa lebih dengan kepadatannya mencapai 1600 jiwa per-km persegi. Mereka bermata pencaharian sebagai petani mencapai 42%, 18% sektor kerajinan, 14 persen menekuni sebagai pedagang di pasar tradisional, dan lainnya sebagai PNS, TNI/Polri, dan bergerak dalam sektor swasta. Kami sangat berterima kasih atas kunjungannya ke Dlingo, maupun ke Sumberagung Kecamatan Jetis Bantul

Meski 42% bergerak dalam sektor pertanian, namun menurut Bupati Bantul, jumlah lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul, saat ini terus menyusut. Oleh karena itu peningkatan hasil pertanian yanbg tak mungkin dilakukan dengan penambahan lahan pertanian, dilakukan dengan cara intensifikasi pertanian. Yakni mengintensifkan lahan pertanian yang masih tersedia, ungkap Bupati Bantul dalam sambutan tertulisnya (sus)

  • om bertusdikirim Senin Kliwon, 28 Jan 2008 13:46 WIB

    Meski 42% bergerak dalam sektor pertanian, namun menurut Bupati Bantul, jumlah lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bantul, saat ini terus menyusut. Kalau pernyataan ini benar, maka ada kekawatiran, kedepan, lahan pertanian akan semakin menyusut dan tidak mampu mendukung kehidupan warga. Sungguh sagat ironis Bantul sebagai daerah agraris, tetapi lahan pertaniannya tidak dilindungi dari penyusutan. Karenanya dalam Rencana Tata Ruang Kabupaten, lahan pertanian perlu dilindungi melalui RTRK yang diakomodasikan dan disahkan dalam Perda Tata Ruang. Kalau tidak, maka lahan persawahan akan terancam habis, dan Bantul bukan lagi daerah agraris. Mau dikemanakan petani Bantul?? Status petani tapi tak bersawah. Sungguh suatu keprihatinan.

  • satiyodikirim Selasa Legi, 29 Jan 2008 12:53 WIB

    saya yang wong mbantul dan tinggal di kabupaten Kubu Raya merasa bangga tempat kelahiran saya dijadikan tempat studi banding.

Kirim Komentar Berita
kode rahasia