Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Senin Pahing, 8 Feb 2010 12:16 WIB | dibaca (435) | Komentar

7.350 Tenaga Kerja Bantul dibutuhkan Perusahaan Malaysia

Untuk mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab Bantul adakan sosialisasi kesempatan kerja kepada anggota Darma wanita Persatuan Bantul, Jumat (5/2) di Gedung Induk Parasamya Kabupaten Bantul.

Dewan Penasehat DWP Bantul Hj. Ida Idham Samawi dalam sambutan pembukaan mengatakan di Kabupaten Bantul, pengangguran masih cukup tinggi sehingga kemiskinan masih menjadi prioritas pembangunan. Untuk mengatasi hal tersebut diusahakan bisa kerjasama secara sinergis antara Kepala dinas Instansi terkait dengan investor dan masyarakat. Dengan adanya kesempatan kerja dari pabrik di Malaysia maka akan membuka kesempatan memperbaiki ekonomi keluarga, maka hal ini Pemkab Bantul perlu segera mensikapi dengan biak.

Kepala Dinaskertrans Drs. Didik Warsito dalam sambutannya mengatakan di Bantul dari data yang ada 47.000 KK termasuk keluarga miskin. Sementara 35 000 orang pengangguran dengan 12.768 mencari Kartu Kuning dan 6.476 lainnya tidak.

Mulai tahun 2010 perusahaan Malaysia yakni INARI, JABIL, SONY, WESTERN dan DIGITAL membutuhkan 7.350 tenaga kerja khusus dari Kabupaten Bantul. Untuk itu dari Pemkab Bantul telah merespon kesempatan tersebut dengan mengecek keberadaan perusahaan, asrama yang disediakan dan biaya pemberangkatan. Di perusahaan mengadakan konsultasi berbagai fasilitas, hak dan kewajiban tenaga kerja, di asrama mengadakan wawancara dengan penghuni yang sudah ada sedang biaya pemberangkatan kerja sama dengan Bank Bantul untuk memberi pinjaman dengan potong gaji.

Sementara itu Tan Wee Hwa Pimpinan PT Bridge Synergy selaku penyalur TKI ke Malaysia mengatakan tenaga kerja yang dibutuhkan memang cukup banyak dari berbagai perusahaan. Tenaga kerja yang dibutuhkan harus memenuhi syarat administrasi dan tes yang tidak begitu sulit. Bagi masayakarat yang ingin mengikuti pendaftaran bisa menghubungi Kantor Perwakilan PJTKI dan Pabrik di PT Bridge Synergy satu komplek dengan Bank Bantul pusat Jl. Gadjah Mada No. 3 Bantul Yogyakarta telp 0274 6922008. (Mwd)

  • daviddikirim Rabu Wage, 10 Feb 2010 19:49 WIB

    pemerintah/perusahaan malaysia membutuhkan TKI, tetapi masyarakat Malaysia menyebut kita Indon yg konotasinya negatif(kuli dan babu)di forum mereka menghina kita...tak caya silakan googling ke Topix Malaysia Forum....anda akan lihat sendiri.

  • Raden Gendengdikirim Senin Wage, 15 Feb 2010 13:15 WIB

    Pak Bupati Kalau Kirim TKI tolong yang benar-benar selektif dan jangan dibiarkan merana di Malaysia, kasihan mereka kalau sampai ditelantarkan

  • Aisya Putri Kdikirim Senin Wage, 15 Feb 2010 13:18 WIB

    Kalau bisa jangan ekspor TKI, tapi ciptakan lapangan pekerjaan di Bantul itu yang Indah pak Idham....kalau terpaksa TKI Terampil yaa tak masalah dikirim tapi kalau bisa jangan Malaysia

  • Mr.Jitosdikirim Senin Wage, 15 Feb 2010 13:28 WIB

    WAh Payah pak BupatiKalau kita hanya bisa Kirim TKI...apalagi ke Malaysia, kasihan mereka Pemerintah Malaysia kurang ajar memperlakukan warga kita nanti ingat pengalaman yang lalu, ciptakan lapangan kerja itu yang tepat

  • TRIYONOdikirim Selasa Kliwon, 16 Feb 2010 18:06 WIB

    Terimakasih atas informasinya,dan semoga ini jadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin kerja diluar negri,cari pengalaman,dan bisa meningkatkan taraf hidup keluarga.Bagaimana hasil surveinya di pabrik tersebut,dan kalau bisa secepatnya di informasikan melalui DISNAKERTRANS Kab.Bantul.Trimakasih

  • supridikirim Rabu Legi, 17 Feb 2010 01:58 WIB

    rencana pnyaluran krja memang bagus, tapi lebih bagus lagi kalo mauciptain lap. krja aja dech. kan bantul lokasi nya subur and sumber daya memadai.............

  • bimasuryadikirim Ahad Kliwon, 21 Feb 2010 15:15 WIB

    Setuju ama Supri,karena emang gak enak hidup dirantau/tki. Jujur aja kalau kita bisa hidup di kampung halaman(bukan sekedar hidup)para tki pernah jadi tki.Tki ekonomi meningkat tapi jiwa menurun(banyak yg stres)

  • lisadikirim Rabu Pahing, 14 Apr 2010 21:49 WIB

    pak bupati, apa jaminannya para tki nantinya pulang dengan selamat??? tanpa ada berita yang aneh-aneh... tolong penjelasannya...

  • christabanadikirim Rabu Pon, 5 Mei 2010 09:08 WIB

    bupatinya payah.....ternyata bantul bisanya jualan manusia.....pak bupati jangan makan darah dan keringat warga bantul donk....jangan2 hasil jualan manusia untuk biayai persiba ya..

Kirim Komentar Berita
kode rahasia