Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Sabtu Wage, 16 Jan 2010 13:10 WIB | dibaca (867) | Komentar

Pelantikan Pejabat eselon II, III, IV

Wabup Bantul, Drs. Sumarno PRS, Sabtu( 16/1) melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat eselon II, III, IV di lingkungan Pemkab Bantul. Dalam sambutannya Wabup mengatakan bahwa pelantikan mengandung 2 aspek yaitu amanah tugas dan tanggung jawab. Sedangkan disisi lain bahwa dalam memegang jabatan memerlukan pertanggungjawaban yang besar.

Untuk itu kami harapkan para pejabat mampu melaksanakan tugas sebaik-baiknya terutama di lingkungan yang baru, ujar Sumarno yang diutarakan dalam bahasa Jawa. Mutasi jabatan merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan sebagai bagian penyegaran jabatan dan rotasi pejabat. Kami mengharapkan dalam jabatan baru bisa lebih berprestasi, dedikasi meningkat, peningkatan kapabilitas, dan meningkatnya profesionalisme, kata Wabup.

Sementara itu dalam pelantikan tersebut terdapat 113 pejabat yang dilantik terdiri dari 4 orang eselon II, 31 orang eselon II, dan 78 orang eselon IV. Diantara pejabat yang tampak dilantik adalah Suarman SW SH, MH Kabag Hukum menjadi Sekretaris DPRD, Sunarto SH, MM Kabag Organisasi menjadi Kepala Bagian Hukum, Drs. Kandiawan , dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja menjadi Kepala Bagian Tata Usaha Satuan Polisi Pamong Praja (nurcholis)

  • Ayumi Hamazakidikirim Sabtu Wage, 16 Jan 2010 14:27 WIB

    Selamat dan semoga sukses kepada Bapak2 dan Ibu2 semuanya yang telah dilantik. untuk Bpk.Suarman SW, S.H.,.MH. selamat yaa Pak..Semoga sukses dan selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menunaikan tugas Bapak di tempat yang baru serta terimakasih atas bimbingannya selama ini kepada keluarga besar Bag.Hukum Setda Bantul.. Amiin...

  • rakyat kecildikirim Sabtu Wage, 16 Jan 2010 19:01 WIB

    gelarku S.H.M.M.M.H kok ga di lantik ya... Susah Hidup Mubeng Minger Masih Hidup haaaaa3

  • dededikirim Sabtu Wage, 16 Jan 2010 22:37 WIB

    Masih banyak dijumpai Pangkat/Gol tinggi belum dilantik, Pangkat / Gol rendah malah dilantik....

  • Ayumi Hamazakidikirim Ahad Kliwon, 17 Jan 2010 14:19 WIB

    Setahu saya, seseorang itu diberi jabatan karena dia dipandang MAMPU mengemban amanah, juga karena ikut test, karena setahu saya, beberapa nama yg dilantik tsb pernah ikut tes eselon, dan lulus..Walaupun punya pangkat/golongan tinggi, tapi kalau bisanya cuma petentang petenteng kayak centheng, yaa percuma sajaa..Jadi pejabat itu harus bisa asertif, akomodatif, baik dengan bawahan. Saya pribadi kalau punya atasan berani kurang ajar sama bawahan, yaa saya LAWAN...!!!

  • Buyungdikirim Ahad Kliwon, 17 Jan 2010 21:32 WIB

    Selamat dan sukses pak warman, anda sekarang berada dilingkungan wakil rakyat sdh barang tentu berbeda dengan lingkungan birokrasi, semoga bisa bekerja dengan baik.

  • Kang Jpedikirim Senin Legi, 18 Jan 2010 09:59 WIB

    ass.wrwb.Dengan senantiasa mengharap ridla Allah SWT, sekedar mengingatkan JABATAN ITU AMANAH. Kepada bapak-bapak atau ibu-ibu yang dilantik semoga mampu menjaga amanah dan dapat menjadi pejabat IDAMAN bagi warga bantul.Nyuwun pangapunten menawi wonten lepatipun.Nuwun.

  • suhadidikirim Senin Legi, 18 Jan 2010 13:28 WIB

    JABATAN ADALAH AMANAH, MAKA MENDAPATKANNYA YANG AMANAH, JGN KOTORI PEMKAB BANTUL DENGAN PRAKTEK2 NEPOTISME, BAPAK PIMPINAN BERI TELADAN YG BAROKAH, KAMI WARGA SUDAH RESAH DENGAN ULAH BAPAK

  • Mr.Jitosdikirim Senin Legi, 18 Jan 2010 16:38 WIB

    Pemimpin harus dapat diterima oleh semua golongan betul mas...tapi pemimpin yang baik adalah yang CAKAP dan AMANAH, syukur kalau bisa Laki-laki...Jangan Sewot kalau yang berpendapat "Haram Wanita Jadi Pemimpin" itu hak pribadi

  • Raden Gendengdikirim Senin Legi, 18 Jan 2010 16:56 WIB

    Maaf kelihatannya mas Ayumi Hamazaki orang dariTimteng tapi ada orang berpendapat "HARAM WANITA JADI PEMIMPIN" kok kurang berkenan...mbok p'yan pasang Cermin biar tahu apa ungkapan anda benar...ooo Allah SWT kok masih ada orang begitu mudah2 an Allah SWT pengampuniNya...Amin

  • Raden Gendengdikirim Senin Legi, 18 Jan 2010 17:39 WIB

    Saat ini awal yang baik bagi para pejabat yang dilantik mengemban Amanah di Bantul..untuk mengaca diri, mengevaluasi segala kekurangannya dan belajar untuk lebik cerdas dan baik dalam memberikan pelayan kepada masyarakat...jangan lagi ada kebohongan, mental amplop, pejabat tukang potong anggaran dan KKN...selamat menunaikan tugas smoga Allah SWT menyertainya

  • aisyah khdikirim Selasa Pahing, 19 Jan 2010 08:31 WIB

    Setuju sekali dengan komentar mbak Aisya Putri.Untuk Mas atau Mbak Ayumani H. Kata-kata anda kasar sekali, dan mungkin betul, merupakan cerminan kepribadian anda. sekedar renungan bagi kita. dalam menasehati orang lain, kalau bisa dengan kata-kata yang lembut, mengapa harus dengan kata yang keras. orang yang salah pun tidak mau dikatakan salah. tentang jabatan, adalah amanah, yang berat tanggung jawabnya di akherat. jangan berikan jabatan bagi yang minta.

  • Rahmat LSMdikirim Selasa Pahing, 19 Jan 2010 11:54 WIB

    Reformasi hrs dikedepankan apalagi seorang pemimpin kebijakan2 jangan sampai hanya foto copy...jauhkan dari unsur KKN. Takutlah pada Alloh SWT...jangan takut pada kebijakan pimpinan yang gak benar..

  • priyodikirim Selasa Pahing, 19 Jan 2010 15:31 WIB

    anda yg dilantik adalah pelayan dan abdi masyarakat...jangan bangga dulu..

  • ara ahauladikirim Kamis Wage, 21 Jan 2010 09:29 WIB

    Semoga lebih berprestasi dan jadi PELAYAN rakyat yang baik

  • edydikirim Kamis Wage, 21 Jan 2010 11:57 WIB

    wuih wuih pejabat baru..............

  • Ririsdikirim Sabtu Legi, 23 Jan 2010 10:03 WIB

    Selamat kepada yg telah dilantik, mohon yang berwenang memperhatikan juga yang gol tinggi, senior tp belum punya jabatan.Mereka jika dipercaya Insya Allah akan amanah.

  • azisdikirim Senin Pon, 25 Jan 2010 11:36 WIB

    mbok yang gol sdh memenuhi yo dijadikan pejabat.... wong sing ming petantang petenteng wae bisa jadi pejabat. jgn cm awak gede tp pikiran kerdil

  • mbah wirodikirim Senin Pon, 25 Jan 2010 11:39 WIB

    lha kapan ka dinas pariwisata sama bidang kebudayaan diganti..... seni budaya kok golek bathi... hi hi hi.. agaek krungu saiki

  • Edy Machmud Hidayatdikirim Ahad Wage, 31 Jan 2010 20:32 WIB

    Yth. Mbah Wiro Jangan bilang gitu mbah !!!!! jangan jangan penjenengan salah persepsi sebab yang saya kenal selama ini beliao yang mbah sebut itu tak punya pandangan/perilaku tersebut (dalam arti ekonomi) tapi kalao golek bathi dalam perhitungan bathi : mengangkat nama harum , bathi memperbanyak kelompok kesenian dan budaya adhiluhung, bathi memperkaya khasanah budaya bagi pelaku - pelaku kesenian dll. itu memang saya setuju . Maaf bila pendapat saya ini salah.

Kirim Komentar Berita
kode rahasia