Berita Bantul
Selasa Kliwon, 12 Jan 2010 11:10 WIB | dibaca (585) | Komentar
Anggaran Pengadaan Buku 2010 Nihil
Selama tahun 2010 ini, dipastikan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul tidak akan membeli buku baru atau meniadakan kegiatan pengadaan buku baru. Hal ini menyusul tidak dianggarkannya pengadaan buku baru pada APBD 2010, dimana Perpusda memiliki anggaran Rp. 100 juta untuk membeli nuku baru guna membeli koleksi yang telah ada.
Tahun 2010 ini memang semua SKPD mengalami penurunan anggaran termasuk Perpusda. Untuk kami yang anggarannya nol atau nihil adalah pengadaan buku, dari sebelumnya anggaran tahun 2009 sebesar Rp 100 juta. kata kepala Perpusda Bantul Drs. Edi Susanto diselasela pelatihan perpustakaan bagi perwakilan guru SD se Bantul di Gedung Induk Lantai III Komplek Parasamya, Minggu (10/1).
Acara yang diselenggarakan Forum Komunikasi Pembudayaan Perpustakaan Sekolah (FKPPS) ini dibuka oleh Wakil Bupati Bantul Drs. Sumarno PRS dan diikuti oleh 358 peseta berasal dari perwakilan SD se Bantul.
Menurut Edi, karena tidak adanya anggaran tersebut, maka Perpusda Bantul akan mendapatkan bantuan dari Perpusda Propinsi DIY dalam bentuk buku atau dana block grant. Sedangkan Perpusnas juga akan memberikan bantuan, namun langsung ke perp ustakaan desa atau Perpustakaan Puskesmas.
Sementara mengenai Perpusda di SD/MI, menurut Edi, semua sekolah sudah ada namun masih banyak hal yang harus dibenahi, termasuk tenaga pengelola perpustakaan yang biasanya diambil dari tenaga guru.
Jika di SD yang mengelola perpustakaan adalah guru yang biasanya mengajar sehingga mereka tidak memiliki kemampuan dasar pustakawan. Untuk itu pelatihan seperti itu perlu dilakukan, katanya.
Sebab keberadaan perpustakaan di Bantul sangat dibutuhkan dan digemari masyarakat. Karena dari perpustakaan mereka bisa mendapatkan banyak ilmu dan tidak dikenakan biaya untuk meminjam dan menjadi anggota. Bahkan karena besarnya minat membaca di perpustakaan, pada hari minggu dipastikan Perpusda penuh oleh pembaca dan peminjam buku. Karena hari Minggu kami memang tetap buka dan digratiskan baik untuk peminjaman maupun jadi anggota. katanya.
Hingga kini yang tercatat sebagai anggota Perpusda Bantul sekitar 10.000 orang. Jika ditambah pembaca dari 675 perpustakaan binaan Perpusda Bantul, maka pembaca mencapai 50.000 orang. (Sit)
Komentar (3) | Kirim Komentar Anda
- s wahyudidikirim Rabu Legi, 13 Jan 2010 12:13 WIB
semangkin meprihatinken, maskipun di era digital & e-book, mustinya pengadaan buku ini tetep wajib di anggarken temtu saja harus lebeh slektip dalem memilih & memilah buku yang bermutu yang aken diakuisisi sbage materi pemblajaran masyarakat; alternatip jalan kluar memang perlu dijalin kerjasama dengen pelbage institusi & instansi yang punya koleksi buku, kalo perlu "deposit act" diberlakuken untuk pnerbit diwilayah mBantul temtu engkas musti rajin bikin proposal realistik-implementatip untuk mraih blockgrant, hibah, softloan, interlibrary loan etc.etc; mekaten lepat nyuwun pangapunen
- teguh waluyodikirim Kamis Pahing, 14 Jan 2010 09:40 WIB
minat baca tetap di tingkatkan walau tahun ini belum ada pengadaan buku baru. semoga tahun depan pengadaan bisa di anggarkan
- sulistyodikirim Kamis Wage, 21 Jan 2010 18:11 WIB
selalu saja, kalau untuk kepentingan investasi massa depan, diabaikan. Tentu bukan karena gak ada dana, ttp murni soal skala prioritas.
Kirim Komentar