Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Rabu Pon, 12 Des 2007 13:34 WIB | dibaca (1219) | Komentar

Masyarakat Diminta Berhati-hati jika Memilih Kambing Korban

Menyambut datangnnya Idul Adha 1428 H masyarakat diminta berhati-hati jika memilih kambing korban. Mengingat saat ini banyak sekali pedagang yang menawarkan hewan kurban tanpa mengetahui apakah benar-benar sehat dan layak untuk disembelih. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bantul juga sudah menyiapkan para petugas saat penyembelihan hewan kurban untuk pemantauan.

Hal demikian dikatakan oleh Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantul, Dra. Mursumartinah di kantornya, Rabu(12/12). Tenaga pemantauan juga akan dibantu dari kader Kesehatan hewan, Poskewan kecamatan, PPK, serta dari Fakultas Peternakan UGM.

"Untuk penyakit yang perlu diwaspadai kebanyakan adalah cacing hati sedangkan kalau antrak tidak ada. Padahal masyarakat pada umumnya tidak tahu tentang cacing hati ini. Ciri-cirinya jika hati hewan yang disembelih banyak lobangnya, " katanya. Jika dikonsumsi maka akan mengakibatkan keracunan dengan gejala perut mual dan diare. Memang cacingnya jika dimasak mati tapi efek racunnya masih berbahaya bagi tubuh dan tidak hilang. Untuk itu dihimbau masyarakat tidak mengkonsumsi hati daging dengan ciri-ciri tersebut.

Mursumartinah menjelaskan bahwa tahun lalu banyak ditemukan penyakit cacing hati ini, yaitu ada sekitar 78 kasus dan mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Diperkirakan tahun ini jumlah hewan korban akan meningkat sehingga perlu diwaspadai penyakit cacing hati ini.

Sebagai langkah antisipasi terhadap penyakit pada ternak ini, pihaknya sudah melakukan pengobatan secara rutin pada hewan ternak yang ada di Bantul. Diharapkan pengobatan rutin ini akan mengurangi jumlah kasus hewan kurban yang bermasalah. " Namun untuk hewan ternak yang didatangkan dari luar daerah kita nggak bisa apa-apa, " tambahnya.

Sementara itu dijelaskannya bahwa dalam memilih hewan kurban masyarakat harus jeli dan teliti. Beberapa ciri hewan sehat diantaranya tidak cacat, tidak buta, ekornya tidak terpotong, tidak kurus, bulu bersih mengkilap, bergerak lincah, nafsu makan normal, cara nafas normal, lubang-lubang kumlah bersih, suhu badan dibawah 40 derajat celcius, tinja dan urine normal.

Adapun ciri-ciri hewan yang sakit, antara lain, berkulit kotor dan kusam, gerak lemas, nafsu makan kurang, cara nafas sesak, lubang kumlah keluar darah hitam, suhu badan ditas 40 derajat celcius, tinja dan urine berwarna kemerahan. (nc)

  • vetadikirim Kamis Wage, 13 Des 2007 11:45 WIB

    jangan khawatir, tim dokter hewan kan memeriksa daging korban, dijamin beres

  • Admindikirim Kamis Wage, 13 Des 2007 12:12 WIB

    @veta : jadi top komentator berita ada bonusnya.. :D

  • Aueffdikirim Jumat Kliwon, 14 Des 2007 22:08 WIB

    Iy Admin. Berita bantul tu, mmg g bnyk diakses orang2 di internet kok. Jd dikit bgt yg ngasih komentar.,,. Wah @veta tu pa bu dokter yah,.. Pa mau meriksa satu_persatu se bantul bu? Semangat,....

  • darsonodikirim Ahad Pahing, 15 Nov 2009 20:58 WIB

    ya...sosialisasinya jangan kalo mau korban aja bo...kita kan punya waktu 11 bulan kedepan... jadi apa salahnya dinas terkait woro-woro. kan anda digaji tidak hanya kalo mo ada korban to...memang kerjaan anda tidak hanya itu tapi itu juga tanggung jawab anda bukan...

Kirim Komentar Berita
kode rahasia