Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Rabu Kliwon, 11 Feb 2009 10:49 WIB | dibaca (937) | Komentar

PENCANANGAN POSDAYA TINGKAT PEDUKUHAN, Sumarno : Posdaya cuma sarana, tujuan adalah penggeraknya

Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya) merupakan program pemerintah yang berbasis keluarga kelas bawah. Tujuan dari Posdaya penguatan fungsi keluarga secara terarah sehingga mampu mandiri dan mengangkat keluarga miskin lebih sejahtera sehingga lebih eksis di masyarakat pada umumnya.

Posdaya bergerak dalam berbagai kegiatan yang berbasis masjid dan sekolah dengan tujuan peningkatan komitmen, KB kesehatan, Pendidikan dan Pemberdayaan Wirausaha.sehingga mampu memelihara lingkungan secara terpadu.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Pengerak PKK Kabupaten Bantul Hj. Ida Idham Samawi pada acara Lounching Posdaya Tingkat Pedukuhan se Kecamatan Imogiri di Balai Desa Karang Talum Imogiri, Selasa (10/2). Hadir dalam acara tersebut Wabup Bantul Drs. Sumarno, Prs. Assek III Bejo Utomo, SH, Kepala BKK dan Tim Pengerak PKK Tingkat Kecamatan, Desa dan Dusun.

Lebih lanjut dikatakan Dusun Pundong Wukirsari Imogiri selama ini telah dijadikan tujuan studi banding dari berbagai daerah baik Jawa maupun luar Jawa. Untuk itu dengan pencanangan tersebut diharapkan dusun lain baik di wilayah Imogiri maupun kecamatan lain mampu berbuat yang sama untuk wilayahnya.

Sementara Wakil Bupati Bantul Drs. Sumarno, Prs. dalam sambutan mewakili Bupati Bantul mengatakan suatu program akan terlaksana dengan baik bila ada tujuan dan sarana. Untuk membantu masyarakat mengentaskan kemiskinan, Posdaya hanya merupakan sarana sementara faktor lain adalah tujuan dari pengelolanya. Kalau keduanya tidak singkron maka program tersebut akan gagal.

Lounching Program Posdaya Tingkat pedukuhan dilaksanakan mulai tanggal 31 Januari 2009, di Kec. Sanden, dilanjutkan 10 Februari 2009, kec. Imogiri dan Dlingo, 11 Februari 2009, Kec. Banguntapan dan Srandakan, 12 Februari 2009, Kec. Kasihan dan Sedayu, 14 Februari 2009, Kec. Sewon dan Jetis, 17 Februari 2009, Kec. Piyungan dan Pleret, 19 Februari 2009, Kec. Pajangan dan Pandak, 21 Februari 2009, Kec. Pundong dan Kretek, 24 Februari 2009, Kec. Bantul dan Bambanglipuro. (Mwd)

  • Mundhoridikirim Rabu Kliwon, 11 Feb 2009 14:52 WIB

    Lounching Posdaya rupanya dikebut agar segera operasional. Pernah saya memberi catatan bagaimana mekanisme organisasinya, mengingat sudah eksis operasional lembaga lain, misalnya bermacam macam LSM, ormas ormas, atau lembaga semacam Posyandu, PKK, perkumpulan Lansia, dll cukup banyak. Walaupun basisnya berbeda beda. Apakah nanti operasionalnya tidak tumpang tindih, berbenturan, mengingat sasarannya sama, yaitu masyarakat. Jangan sampai masyarakat ketika ikut berperan akan menjadi bosan, jenuh, sehingga merasa pekerjaan yg mulia itu jadi rasan rasan hanya akan menghabiskan anggaran saja. Catatan saya yg lain : Orangpun bisa curiga dan bertanya, jangan jangan dibalik kegiatan itu mengandung motif politik, mengingat sebentar lagi akan ada pil-leg dan pil-pres. .Semoga saja tidak. Matur nuwun.

  • s wahyudidikirim Rabu Kliwon, 11 Feb 2009 15:06 WIB

    elok engkas mBantul memang pantes diacungi daripada jempol. Miturut Mas Marno Posdaya ini hanya sarana, pendapet saya, misih diperluken smacem "struktur organisasi" (baek vertikal maupun horizontal) untuk mencape tujuan, maskipun basisnya kluarga diperluken manajemen sederhana, terencana , terprogram dan terealisasi dengen jelas & terukur, termasuk sumber dana/penyandang dananya, kinerja & hasilnya dapet dievaluasi. memang dapet terjadi tumpang tindih dengen pelbage ormass ato kelmas, tapi slama tidak ada yang tergencet ato malah terasa enak yang ngak apa-apa. kalo ada yang su'udlon bin prejudice tentang motif & tendensi program ini adalah wajar wong pake uang rakyat kok, mekaten lepat nyuwun pangapunten

  • mudibjodikirim Rabu Kliwon, 11 Feb 2009 17:29 WIB

    saya sebagai kawulo alit kadang kadang juga bingung saking banyaknya apa yang namanya badan,lembaga,kelompok,tim,panitia,dll-nya yang menangani satu obyek yang sama,sehingga kadang kadang jadi rebutan kalo proyeknya basah,dan saling melempar kalo proyeknya kering, apa tidak sebaiknya memberdayakan lembaga struktural yang sudah ada saja, yang sudah jelas tupoksinya, santen toya kelopo, nyuwun pangampunten menawi wonten lepat kawulo, matur nuwun

  • Yaziddikirim Kamis Legi, 12 Feb 2009 10:26 WIB

    Alhamdulillah, ternyata sosialisasi sudah terencana semua... harapan kami, wujudkan program ini menyeluruh untuk lapisan warga, kelompok pemberdayaan yang "mempunyai hak" dari sasaran program ini, matur nuwun

  • juwartodikirim Selasa Pon, 24 Feb 2009 10:35 WIB

    berdayayakan padukuhan, dan jadikan subjek pembangunan bukan obyek, mbok coba untuk sistem pendataan orang yg susah/miskin dimulai dari RT, dan dibuatkan pedoman, misal dg saksi untuk menentukan orang susah/miskin tidak dibiarkan seperti sekarang, dimana apabila ada bantuan semua "memiskinkan diri" dan sebagai ajang bancakkan anggota dewan dan eksekutif bagi2 bantuan, ironi memang, kami usul sistem data dimulai dari RT sehingga kalau tidak ada kesesuain dari data RT harus dikesampingkan/ditolak, mohon Pak Marno lebih sak sek dan berantas tu KKN sudah mengkawatirkan atau Bapak rumornya main2 didalamnya, kapan bisa tuntas...tas, nuwun

Kirim Komentar Berita
kode rahasia