Berita Bantul
Jumat Legi, 1 Agt 2008 13:03 WIB | dibaca (958) | Komentar
Maskot Bantul Ekspo, Gong Golong Gilig Simbol Semangat Persatuan
Gong besar berdiameter 6,3 m sebagai maskot Bantul Ekpo Tahun 2008 buatan perajin gamelan Poniman ( 52 ) dari Kalinongko, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul yang kini telah terpasang di komplek Pasar Seni Gabusan Jl. Parangtritis Km.9,5. Menurut Kepala Kantor Humas Kabupaten Bantul yang juga Ketua Panitia Bantul Ekspo Tahun 2008, Drs. Bambang Legowo, MSi mestinya tidak hanya dilihat semata-mata dari besarnya saja namun yang lebh dari itu adalah makna yang ada di baliknya.
Sebagai salah satu elemen dari alat musik gamelan maka gong adalah sebagai tanda pembuka serta penutup dari suatu gendhing (lagu), sehingga secara seremonial sering digunakan pula dalam pembukaan maupun penutupan suatu acara tertentu. Dalam satu rangkaian alat musik gamelan, selain gong ada alat musik yang mirip gong namun lebih kecil yang dinamakan kempul. Secara filosofi kempul berasal dari kata kumpul atau bersatu kembali untuk besama-sama memasuki harapan atau babak baru dalam kehidupan.
Bagi masyarakat Kabupaten Bantul yang tertimpa musibah gempa bumi tangal 27 Mei 2006 dengan memakan banyak korban jiwa dan harta benda, dalam waktu dua tahun telah berhasil melewati masa tanggap darurat, rehabilitasi rekosntruksi serta rekonsiliasi ( rukun kembali ) untuk bangkit menatap masa depan yang lebih baik dilandasi semangat besarnya kebersamaan, kegotong royongan, kemandirin dan nilai-nilai kearifan lokal seperti guyup rukun, gumregut serta jiwa yang golong gilig ( menyatu ) dalam tekad.
“ Gong besar sebagai simbol dari besarnya semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat Bantul itu sehingga diharapkan akan berhasil memecahkan rekor MURI yang akan diserahkan pada tanggal 1 Agustus 3008 pukul 14.00 saat pembukaan Bantul Ekspo Tahun oleh Gubernur DIY “ jelas Drs. Bambang Legowo, MSi
Even tahunan Bantul Ekspo yang akan berlangsung dari tangal 1-11 Agustus 2008, selain telah menjadi media promosi berbagai produk industri kerajinan unggulan bagi masyarakat Bantul juga diikuti oleh berbagai pengusaha dari luar Bantul. (admin)
Komentar (2) | Kirim Komentar Anda
- Mundhoridikirim Sabtu Pahing, 2 Agt 2008 10:22 WIB
Gong sebagai simbul pembuka dan penutup bermaknakan bahwa sebagai pembuka rakyat Bantul harus memulai membuka harapan baru dengan kerja keras membangun,dan sebagai penutup bermakna rakyat Bantul harus mengubur dalam dalam traumatika bencana, penderitaan akibat ekonomi yang buruk.
- s wahyudidikirim Senin Wage, 4 Agt 2008 09:29 WIB
gong kecil yang disebut CANANG tempo doeloe jaman Majapahit sampe Mataram sering digunaken sbage sarana pembuka pariwara, sampe sekarang menCANANGken berarti mengumumken, memulai ato mengumandangken suatu kegiatan, sedengken gong besar (gong gedhe) selalu digunaken untuk menutup suatu kegiatan terutama dalem karawitan. Setuju dengen Pak Mundhori tentang definisi "penutup" tsb. Eksistensi & substansi Bantul Ekspo jika tidak sesue dengen visi & misinya maskot gong besar ini jan klop tenan, sbage penutup..Gooongngng.., mekaten lepat nyuwun pangapunten
Kirim Komentar