Berita Bantul
Senin Pahing, 28 Jul 2008 13:54 WIB | dibaca (677) | Komentar
Penyerahan perdana, di Wilayah Kec. Bantul, 2.665 Perajin Tahu Tempe di Bantul Menerima Subsidi Kedelai
Sebanyak 2.665 perajin tahu tempe di Kabupaten Bantul menerima subsidi kedelai dari pemerintah. Mereka tersebar di tujuh belas kecamatan di Kabupaten Bantul. Penerimaan perdana diawali di wilayah kecamatan Bantul dengan penerima subsisi sebanyak 270 perajin tahu tempe, yang diserahkan pada acara Penyaluran Perdana Subsidi harga Kedelai pada UMK Tahu Tempe Tahun 2008 di Kabupaten Bantul bertempat di Lestari Poultry, dusun Bantul Warung Kecamatan Bantul, Sabtu (26/7).
Penyerahan dilakukan oleh Sekretarias Daerah Kab. Bantul Drs. Gendut Sudarto, Kd. Bsc. MMA. Dalam sambutannya Gendut sedarto mengatakan kedelai yang meruapakan bahwa bahan dasar pembuatan tahu tempe sebagian besar adalah impor dari negara lain. Karena lahan kesdelai dari negara mengimport semakin sempit, berakibat produksi kedelai menjadi turun, maka harganya menjadi lebih mahal. " Jadi harga kedelai yang semakin mahal tersebut bukan rekayasa dari pemerintah kita, namun karena harga kedelasi di tingkat dunia yang mahal pula." kata Gendut Sudarto.
Pada acara yang dihadiri oleh Ka Dinas Pertanian Propinsi DIY, Ka. Disperindagkop Kab. Bantul, dinas dan instansi terkait, perajin tahu tempe se Kecamatan Bantul serta distributor kedelai untuk wilayah Kabupaten Bantul tersebut Gendut Sudarto mengaharapkan kepada para perajin tahun tempe untuk tetap bertahan dalam usahanya, karena tahu tempe merupaka makanan faforit yang bergizi dan murah bagi rakyat Indonesia, khususnya warga Bantul. Terkait dengan kenaikan kedelai, para perajin diminta untuk menaikan harganya pula, agar keuntungannya dapat untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Sementara Ka. Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kab Bantul yang diwakili oleh Drs. Walqodri dalam sambutannya mengatakan bahwa penyaluran subsidi kedelai pada periode tiga bulan pertama ini sebesar 1.237.380 kg perbulan untuk 2.665 perajin tahu tempe di Kabupaten Bantul. "Subsidi ini berupa kartu kupon potongan harga sebesar seribu rupiah per kg kedelai. Kami menerima 8.000 lembar kupon dengan perincian kupon 100-ribuan rupiah sebanyak 5.000 lembar kupon, 50-ribuan 2.000 lembar kupon dan 10-ribuan rupiah 1.000 lembar kupon."terang Walqodri.
Ditambhakan pula bahwa setelah para perajin tahu tempe menerima kupon maka mereka akan membeli kedelai dengan membawa kupon tersebut ke para distributor yang telah ditunjuk, dengan potongan harga seribu rupiah per kg.
Disela-sela acara tersebut Ka. Disperindagkop Kab. Bantul Drs. Yahya mengatakan penerimaan ini adalan merupakan periode pertama untuk jangka waktu tiga bulan. Jika tiga bulan pertama program ini nililai baik, maka akan dilanjutkan ke periode kedua untuk jangka waktu tiga bulan pula. Dikatakan pula bahwa program ini merupakan pemberdayaan masyarakat lewat produsen tahu tempe di Kabupaten Bantul yang jumlahnya cukup banyak. (Sit)
Komentar (3) | Kirim Komentar Anda
- om Bertusdikirim Senin Pahing, 28 Jul 2008 14:55 WIB
wah....asyik, menu kesukaanku masih akan tersaji, karena selama ini tiada hari tanpa tempe. Yang jelas, dengan tersediannya bahan baku, para pengrajin akan tetap eksis, dan mudah-mudahan tambah bangkit menuju pembangunan perekonomian mereka yang semakin mandiri. Sepurane.
- s wahyudidikirim Senin Pahing, 28 Jul 2008 16:01 WIB
Seandenya bener lahan kedelai di dunia smakin sempit & harga kedele smakin mahal, mustinya beberapa laha di m Bantul ini pada musim kemaro dapet ditenemi kedele temtu saja bibit kedele unggul yang disubsidi oleh pemrentah ini aken menguntungken petani, tahun depan perlu di anggarken, ato dari dana blockgrant (temtu saja harus mencari link & match plus kreativitas birokrat & teknokrat mBantul, kalo perda & legislatornnya baru sibuk siap-siap berburu kursi), mekaten lepat nyuwun pangapunten
- Mundhoridikirim Sabtu Pahing, 2 Agt 2008 11:04 WIB
Kedelai adalah salah satu bahan makanan yang dibicarakan di WTO yang gagal disefakati itu.Yg itininya diwaktu waktu yg akan datang import kedelai secara mekanisme pasar akan berkurang.Sehingga pemerintah harus mendorong rakyat untuk meningkatkan pertanian kedelai agar kebutuhan kita dapat dicukupi
Kirim Komentar