Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Kamis Pahing, 29 Mei 2008 14:13 WIB | dibaca (827) | Komentar

Seminar Sehari TI Bagi Para Guru di Bantul : Banyak Orang Tua Yang Gagap Teknologi

Seiring berkembangnya teknologi informasi (TI) saat ini, banyak orang tua yang belum dapat mengikuti perkembangan TI, bahkan tidak mengenalnya, sehingga mereka tidak dapat memantau terhadap dampak negatif TI tersebut terhadap anak-anaknya.

Padahal anak remaja dan sekolah merupakan sasaran konsumen dari perkembangan TI ini. Sedangkan segala hal yang bernilai positif sampai berbagai hal yang sangat tidak layak untuk dikonsumsi, dapat diakses dengan sangat mudah oleh remaja dan pelajar yang merupakan anak kita sebagai generasi penerus bangsa.

"Saat ini para orang tua harus mulai peduli terhadap perkembangan TI, harus meluangkan waktunya untuk mengenal TI terutama internet sehingga akan dapat memantau pergaulan anaknya, terutama terhadap dampak negatif TI." kata Sri Rofiana, direktur Pusat Layanan Informasi Perempuan Mitra Wacana Yogyakarta sebagai nara sumber.

Hal tersebut disampaikan Pada acara Seminar Sehari yang diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pdan K Kab. Bantul yang mengambil tema "Kita Tingkatkan Pendidikan Untuk Menyiapkan Generasi Muda Dalam Era Teknologi Informatika" berlangsung di Pendopo Parasamya, Kamis (29/5).

Dalam kesempatan tersebut dalam sambutan Ketua DWP Kab. Bantul yang dibacakan oleh Hj. Sri Sundari S. Pd. memberikan apresiasinya yang sangat tinggi kepada DWP Dinas Pdan K atas prakarsanya untuk menyelenggarakan seminar yang amat tepat dilaksanakan pada saat ini. "Kami harapkan dengan diadakannya seminar ini nantinya para peserta yang merupakan pendidik generasi muda kita nantinya akan dapat membimbing dan dapat menciptakan generasi penerus yang lebih baik." ujarnya.

Sementara menurut laporan panitia yang disampaikan oleh Suyatmi, S. Pd. Bahwa acara yang telah diagendakan oleh DWP Dinas Pdan K ini bertujuan memberikan bekal pengetahuan TI kepada perempuan untuk menemukan jalan terang seiring perkembangan TI yang dampak negatifnya sangat mempengaruhi generasi muda kita.

Dikatakan pula bahwa seminar ini dikuti oleh 874 orang yang terdiri dari guru TK, SD, SMP dan SMU/SMK se Kabupaten Bantul, dilaksanakan di dua tempat yaitu di Pendopo Parasamya Komplek Pemkab. Bantul dan di Auditorium SMK II kasihan. (Sit)

  • s wahyudidikirim Jumat Pon, 30 Mei 2008 13:05 WIB

    kalo orang tua(ortu) macem saya pasti aken slalu ktinggalan untuk mengikuti perkembangan TI, faktor dominan adalah kemiskinan, untuk ngenet saja musti cari free wifi hotspot, naiknya harga BBM ini aken punya konsekuensi logis terhadep knaikan hardware & software TI, maskipun misih ada open source. Solusi jangka pendek, sekolah yang sudah punya fasilitas TI, Dewan Sekolahnya musti kreatif dengen memberiken fasilitas pembelajaran TI bagi ortu diluar jam kerja bagi yang berminat (dapet jadi salah satu alasan untuk menarik uang pengembangan TI dari ortu), miturut pengalaman saya tarikan uang ini meksi ortu-nya eklas, aken diprotes dan disomasi oleh oknum LSM, oknum DPR, oknum Dinas P&K tanpa memberiken solusi, sebab smangkin bodoh rakyat aken smangkin mengasyikken mereka, mekaten lepat nyuwun pangapunten

  • om Bertusdikirim Senin Legi, 2 Jun 2008 08:21 WIB

    mathuk pak Yudi, lha wong saya ini kalau pengin ngenet pertama cari gratisan, kedua ke warnet selagi ada uang lebih. Tapi karena dari ngenet, kita dapat mendapatkan tambahan hasil, maka sedikit keluar kocek juga tidak apa-apa. Nah kalau ortu, apalagi dengan segala keterbatasannya gaptek itu wajar, namun kalau para birokrat yang di kantornya ada fasilitas on line, gaptek, itu baru....kebangeten. Gak jamannya pejabt gaptek,...tapi ya...fakta di lapangan....masih banyak yang gak bisa buka internet, boro-boro internet ngoperasionalkan word aja...masih nunak-nunuk....he.he sepurane.

  • Martono Hadidikirim Senin Legi, 2 Jun 2008 12:31 WIB

    problematik yang disampaikan bung Yudi dan om Bertus memang betul. Bagi saya jika para guru dituntut atau diharapkan menguasai TI, sekolah harus menfasilitasi sa-prasnya; dan juga untuk para murid juga demikian.Lab komputer dilengkapi jaringan internet, dan yang lebih penting TIDAK DITARIK BIAYA, wahhhh .... ibo endahe ..... sungguh ..... beda mBantulku.

  • Kang Jatimustikadikirim Selasa Pahing, 3 Jun 2008 08:01 WIB

    salut, selamat dan sukses. salut karena dharma wanita dinas P dan K punya loncatan pemikiran teknologi informatika, selamat atas rahmat Allah SWT kegiatan berjalan lancar, sukses karena pesertanya banyak. Tinggal bagaimana komitmen Pemda dan Dewan Pendidikan Bantul, agar semua lembaga pendidikan bantul bisa menjamah TI. Agar ibu-ibu tidak berebut ke warnet karena ingin mencari menu yang harus disajikan hari ini tuk suami tercinta yang mengabdi di PEMDA Bantul. salam.

  • gladcodikirim Ahad Pahing, 8 Jun 2008 02:48 WIB

    so good so nice to be here so good so nice to be hereso good so nice to be here

  • sago, Meraukedikirim Ahad Pahing, 8 Jun 2008 14:28 WIB

    Wah di Bantul aja yang sudah demikian maju dibanding kita di Merauke masih banyak ortu yang gaptek, apalagi di Merauke kalangan pemuda dan pelajar masih sedikit yang memanfaat kan TI walaupun di bbrp tempat dipasang hotspot

  • fariddikirim Kamis Kliwon, 22 Jan 2009 15:03 WIB

    mau tak mau anak-anak kita harus terlibat pada pemanfaatan TI. Dalam setiap kehidupan, sisi positif dan negatif selalu ada, tinggal bagaimana kita sebagai orangtua mensikapinya. sisi negatif dapat kita minimalkan dengan memberikan perhatian, pengertian pada anak. Kalo ingin maju jangan phobi pada kemajuan TI

  • nethadikirim Rabu Legi, 13 Mei 2009 09:09 WIB

    di merauke itu kan para ortu masih gsptek ada yang baru blajar menguasai TI itupun sedikit jadi untuk itu anaklah yang mendapatkan pengetahuan tentang TI,hal - hal negatif dari penyakahgunaan TI sering tejadi di kalangan remaja.

Kirim Komentar Berita
kode rahasia