Berita Bantul

RSS 2.0 Feed | Berita Lainnya

Ahad Wage, 6 Apr 2008 20:08 WIB | dibaca (1617) | Komentar

SMKN 3 Kasihan Diharapkan Jadi Lokomotif Pariwisata Bantul

Kemanfaatan sekolah kejuruan hendaknya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Kabupaten Bantul sedang menggalakkan desa pariwisata. SMK Negeri 3 Kasihan (SMSR Yogyakarta) diharapkan dapat menjadi lokomotif untuk mendorong desa pariwisata.

Harapan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Suyoto HS, Msi, MMa dalam acara pembukaan pameran seni rupa di Galeri SMSR, Sabtu (5/4). Di depan para guru dan siswa SMK Negeri 3 Kasihan Bantul Suyoto mengatakan, pihaknya akan memasukkan SMKN 3 Kasihan dalam Calendar of Event Kabupaten Bantul mulai tahun 2009 nanti. ”Silakan SMSR membuat agenda yang bisa menarik wisatawan,” katanya.

Lebih jauh Suyoto mengajak para guru dan siswa SMKN3 Kasihan untuk bekerja sama membimbing desa pariwisata di Bantul sesuai program studi yang ada, antara lain batik, keramik dan kerajinan kayu. Kepala Sekolah SMKN3 Kasihan Drs. Wahyudi berjanji akan menindaklanjuti tawaran ini. Menurut Haris, sekolahnya sudah sering menerima rombongan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. ”Bulan lalu kami menerima 220 siswa SMP dari Jakarta untuk belajar keramik dan batik, dan bulan Mei nanti sejumlah 265 siswa SMP dari Tuban juga akan mengunjungi SMSR,” papar Haris.

Pameran seni rupa sudah menjadi tradisi bagi SMKN3 Kasihan. Pameran yang digelar tanggal 5 – 14 April ini diikuti 75 siswa dan 29 guru dari jurusan Seni Lukis, Seni Patung, Disain Interior, Disain Komunikasi Visual (DKV), Kria Kayu, Kria Keramik, dan Batik. Pada pameran ini telah dipilih 4 karya yang layak menerima penghargaan Pratita Award dari sekolah, mereka adalah Arif A. Awan (Seni Lukis), Andi Triyanto (Animasi), Aloysius Y.Alfa (Diskomvis), dan Nur Hardiansyah (Kria Keramik).

Ketua Panitia Drs. Rakhmat Supriyono, M.Pd. mengatakan, selain pameran di dalam kampus, SMSR juga selalu menggelar pameran di luar kampus dengan melibatkan alumni dan beberapa seniman terkemuka, di samping guru dan siswa. Tahun ini pameran diadakan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) dengan seleksi karya yang cukup ketat. Karena padatnya TBY, pameran dijadwalkan tanggal 20 Mei 2008.

Ulang tahun ke 45 SSRI/SMSR/SMKN3 Kasihan juga dimeriahkan dengan Music Painting dan Parade Band. Pertunjungan sehari penuh ini merupakan kado istimewa dari siswa untuk sekolah. Tahun lalu siswa SMSR memberi kado berupa sketsa di atas kertas koran sepanjang 120 meter. Selain kado ulang tahun, OSIS mengadakan lomba Tumpeng Kreatif antar kelas/jurusan. Dalam lomba ini siswa diberi kebebasan untuk mengeksplorasi bentuk tumpeng secara kreatif. Hasilnya cukup mengejutkan, ada yang mirip miniatur lanskap, monumen, bentuk patung abstrak dan binatang. Menurut Rakhmat, semua kegiatan diarahkan untuk memancing kreatifitas anak-anak.

Masih dalam agenda ulang tahun, SMKN 3 Kasihan (SMSR Yogyakarta) akan mengadakan Seminar dan Workshop Batik pada tanggal 26 April 2008 dengan pembicara Tulus Warsito (seniman batik dan dosen Fisip UMY), Drs. Handoyo (Balai Batik) dan Suranto, M.Sn (guru SMSR). Acara ini bekerja sama dengan MGMP Seni Budaya SMP Kabupaten Bantul. (Humas SMSR)

  • s wahyudidikirim Senin Kliwon, 7 Apr 2008 16:29 WIB

    seperti daripada komen saya tetang SMK, baguslah kalo daripada SMK ini mau dijadiken daripada lokomotif, harep diperjelas daripada "rel"nya dan "stasion" serta "gerbong"nya. Namun paling tidak daripada SMK ini dapet dijadikan obyek wisata pendidikan bagi anak didik TK/SD/SMP. Untuk menggairahken minat mereka terhadep daripada SMK. Kerna berdasarken ISCED yang dikluarken UNESCO, lulusannya didisain langsung masuk pasar kerja. Tidak seperti SMA yang musti lewat pendidikan tersier dulu. mekaten lepat nyuwun pangapunten.

  • Rafelra Adrianadikirim Selasa Legi, 8 Apr 2008 08:05 WIB

    Buat Bung S.Wahyudi...saya heran deh kenapa sih gaya bahasa penulisan komentar anda, kok agak agak menyerupai tokoh Orde Baru yang barusan saja mati itu..???!!! Meniru atau memang begitu gaya bahasa anda..??? Istilah "seperti daripada.." serta akhiran "-ken" setiap kata kerja, benar benar OrBa sekaleee...!!! Yaa gak pa pa sih, cuma kok maaf ya, agak risih saja ngliat orang berbahasa dengan gaya si tokoh tersebut...

  • om Bertusdikirim Selasa Legi, 8 Apr 2008 12:34 WIB

    bagi sya, gaya bahasa apapun yang digunakan oleh kawan-kawan , gak masalah, asal gak lupakan dari pada etika dan norma budaya ketimuran yang saling menghormati. Dan yang lebih utama, apa yang disampaiken, sungguh saran konstruktif, gak perlu menghujat, boleh sedikit lebih keras,...dan tidak berisi fitnah dan SARA. mBok bilih mekaten. Sepurane Cak.

  • s wahyudidikirim Selasa Legi, 8 Apr 2008 13:02 WIB

    Madam alfera Adriana, my dialect and spelling just kidding for eye catching and makes fun. He had passed away and left contradictive opinion for some peoples. IMHO in the last period of his government he realized that he had been trapped by the capitalism system like neo-colonialism as Soekarno was said. He had been effort to release snared system by refused IMF etc., etc. … are the peoples’ life-condition better after the reformation era? Sembako, bbm, etc, rise & rise in price, illegal logging, corruption “ being legalized” & being disseminated top-down in bureaucrat & legislative line etc..etc. , jadi tidak ada daripada pretensi macem-macem, just a joke, begitu daripada dialek komen saya, nuwun Om Bertus atas dukungannya, mekaten lepat nyuwun pangapunten

  • Rafelra Adrianadikirim Selasa Legi, 8 Apr 2008 13:32 WIB

    Gaya bahasa apapun emang OK sihh tapi kalau niru gaya bahasa ala tokoh OrBa..adduuuhhhhh...NGGAK BANGETTTT..!!! Biasa ajaaa laggeeeeeeeeee....

  • Rakhmat Supriyonodikirim Selasa Legi, 8 Apr 2008 20:37 WIB

    Whatever you all said..., the more important thing is... let's think how to improve and develop our people... our education.... our life.... our Bantul... Don't ever make stupid thing, we all are brothers, aren't we?

  • Paula Soegamadikirim Rabu Pahing, 9 Apr 2008 06:49 WIB

    Yup. I agree with Mr.Rakhmat....Hidup Bantul

  • Nawung Asmorodikirim Sabtu Legi, 3 Mei 2008 14:08 WIB

    cayoo..SMSR, hidup bantul..smoga smakin jaya..

  • masruridikirim Ahad Wage, 7 Des 2008 15:45 WIB

    Kami berharap di Yogyakarta sering diadakan pameran2 yang mendukung budaya sendiri...hidup Yogya!!!...

  • shinta saragihdikirim Ahad Pon, 21 Des 2008 15:10 WIB

    ayo maju terus SMSR.. bantul the best deh..

  • artikadikirim Selasa Kliwon, 16 Feb 2010 11:33 WIB

    god job lah bt xan semua, ntar aq penelitian di smsr lah yak...

Kirim Komentar Berita
kode rahasia